Pemberian Biochar Berdasarkan Klasifikasi Tanah

Komunitas Biochar Indonesia

Pemberian Biochar Berdasarkan Klasifikasi Tanah

oleh : AdminBiochar

21-Jan-2026

Pendahuluan

Biochar merupakan salah satu teknologi pembenah tanah yang semakin populer di Indonesia sebagai bagian dari upaya pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Biochar adalah material padat berwarna hitam hasil pirolisis biomassa (misalnya sekam padi, serbuk gergaji, limbah pertanian) dalam kondisi minim oksigen yang kaya akan karbon dan porositas tinggi. Ketika diaplikasikan ke tanah, biochar dapat meningkatkan struktur tanah, menahan air, menyimpan unsur hara, serta mendorong aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat. Selain itu, biochar juga membantu mitigasi perubahan iklim dengan mengunci karbon dalam tanah untuk jangka panjang.

Namun, pemberian biochar secara umum belum cukup. Penerapan yang efektif harus menyesuaikan karakteristik tanah, karena setiap jenis tanah memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda. Di Indonesia sendiri, karakteristik tanah sangat beragam karena faktor geologi, vulkanisme, curah hujan, dan aktivitas manusia. Oleh karena itu, pemahaman terhadap klasifikasi tanah Indonesia sangat penting sebagai dasar dalam merencanakan dan mengaplikasikan biochar secara tepat.

Klasifikasi Tanah di Indonesia

Klasifikasi tanah yang digunakan di Indonesia adalah kombinasi antara sistem klasifikasi nasional yang telah berkembang sejak abad ke-20 dan sistem internasional seperti Soil Taxonomy (USDA), FAO/UNESCO Soil Map (sekarang WRB), serta sistem klasifikasi Indonesia itu sendiri yang telah dimodifikasi untuk kondisi tropis.

Menurut sistem taksonomi USDA dan WRB yang juga dipakai sebagai rujukan di Indonesia, beberapa tipe tanah utama yang tersebar di Indonesia mencakup:

  • Andisol – Tanah vulkanik yang subur dan kaya mineral, sering ditemukan di pegunungan berapi seperti Jawa, Bali, dan Sumatera.

  • Ultisol – Tanah yang sangat terlepas hara, bersifat asam dengan kadar basa rendah dan sering ditemui di daerah beriklim tropis basah.

  • Oxisol – Tanah tropis yang amat teroksidasi, dominan dengan besi dan aluminium oksida, biasanya berwarna merah atau kuning.

  • Entisol dan Inceptisol – Tanah muda yang relatif sedikit berkembang profilnya dan sering ditemukan di dataran banjir dan dataran rendah.

  • Histosol – Tanah organik atau peat yang kaya bahan organik, biasa terdapat di daerah rawa dan gambut.

  • Alfisol, Spodosol, Vertisol, dll. – Ada berbagai jenis lain yang juga tersebar di Indonesia, meskipun tidak semua dominan di seluruh wilayah.

Selain itu, klasifikasi tanah Indonesia juga membedakan tanah berdasarkan “jenis tanah”, “macam tanah”, “rupa tanah”, dan “seri tanah” yang mencerminkan ciri fisik di lapang seperti warna, tekstur, suhu, dan drainase tanah.

Peran Biochar dalam Pembenahan Tanah

Biochar berperan sebagai pembenah tanah utama yang dapat mengubah sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Secara umum, fungsi utama biochar adalah:

  1. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK): Biochar memiliki permukaan berpori yang besar sehingga membantu tanah menyimpan unsur hara (Ca, Mg, K) lebih efektif.

  2. Menahan air: Struktur biochar yang berpori membantu tanah retensi air lebih baik, terutama pada tanah bertekstur kasar.

  3. Memperbaiki struktur tanah: Biochar dapat memperbaiki porositas tanah, aerasi, dan mengurangi bulk density sehingga akar tanaman lebih mudah tumbuh.

  4. Meningkatkan aktivitas mikroba: Biochar menjadi habitat mikroba tanah yang membantu proses dekomposisi dan siklus nutrien.

  5. Menetralkan keasaman tanah: Pada tanah asam yang umum di Indonesia (seperti Ultisol), biochar dapat menaikkan pH tanah menjadi lebih netral, sehingga unsur hara lebih tersedia bagi tanaman.

Strategi Pemberian Biochar Berdasarkan Jenis Tanah

1. Andisol (Tanah Vulkanik)

Karena Andisol memiliki struktur tanah yang relatif subur dan telah terbentuk dari material vulkanik, biochar dapat membantu:

  • Menambah kapasitas retensi air dan hara, terutama di daerah yang mengalami erosi atau drainase cepat.

  • Meningkatkan kemampuan tanah menahan P, karena Andisol cenderung memfiksasi fosfor sehingga biochar yang kaya karbon dapat membantu mobilitas P.

  • Mendukung mikroba tanah, terutama di daerah tanam intens seperti sayuran dan kopi.

Biasanya, pemberian biochar pada Andisol dilakukan dengan dosis sedang karena tanah ini sudah cukup subur namun sering mengalami kehilangan hara karena drainase cepat.

2. Ultisol (Tanah Tropis Basah)

Ultisol merupakan salah satu jenis tanah yang paling luas di Indonesia terutama di daerah beriklim tropis basah. Ciri utama tanah ini adalah pH rendah (asam), rendahnya KTK dan kandungan hara, serta kecenderungan banyaknya mineral yang tercuci.

Biochar sangat efektif untuk tanah jenis ini karena:

  • Menetralkan keasaman tanah sehingga pH tanah naik lebih dekat ke netral.

  • Meningkatkan KTK dan cadangan hara tanah yang rendah.

  • Meningkatkan retensi air, sangat penting untuk musim kemarau.

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa biochar dari sekam padi dan komponen organik lainnya dapat meningkatkan sifat kimia Ultisol serta pertumbuhan tanaman seperti jagung.

3. Oxisol (Tanah Tropis Sangat Teroksidasi)

Oxisol merupakan tanah tua dengan struktur minerologis yang sangat teroksidasi, kaya besi dan aluminium tetapi miskin hara yang tersedia.

Biochar dapat:

  • Mengurangi pembatasan hara, terutama dengan meningkatkan retensi kation seperti K, Ca, Mg.

  • Memperbaiki struktur tanah sehingga kelembaban tanah lebih stabil.

Namun, karena Oxisol sangat teroksidasi, biochar perlu dikombinasikan dengan pupuk organik atau mineral lain untuk meningkatkan efektivitasnya.

4. Entisol dan Inceptisol (Tanah Muda / Endapan Aluvial)

Tanah ini relatif sedikit lapisan profilnya dan sering ditemukan di dataran banjir atau dataran rendah. Meski secara alami tanah ini bisa subur, drainase dan retensi hara sering menjadi kendala utama.

Biochar membantu:

  • Mengurangi kehilangan unsur hara ke lapisan bawah

  • Meningkatkan kemampuan tanah menahan air di musim kemarau

  • Membantu struktur tanah sehingga mengurangi erosi

5. Histosol (Tanah Organik / Gambut)

Tanah gambut memiliki kandungan bahan organik tinggi tapi sering kali tidak stabil dan bisa menghasilkan pH rendah serta masalah drainase.

Biochar dapat:

  • Meningkatkan stabilitas struktur tanah

  • Mengurangi dekomposisi organik yang cepat

  • Membantu menjaga pH dan mempertahankan keberadaan hara

Pertimbangan Teknis Pemberian Biochar

  1. Dosis dan Cara Aplikasi: Dosis biochar yang dianjurkan tergantung pada jenis tanah dan targetnya. Untuk tanah masam seperti Ultisol, biasanya dosis lebih tinggi dibutuhkan, sedangkan pada Andisol dosis menengah sudah cukup. Aktivasi biochar dengan kompos atau pupuk organik sering dianjurkan agar pori biochar terisi nutrisi sebelum aplikasi.

  2. Integrasi dengan Praktik Lain: Kombinasi biochar dengan pupuk organik atau mineral tertentu dapat meningkatkan hasil tanaman.

  3. Kondisi Iklim dan Drainase: Di daerah dengan curah hujan tinggi, peningkatan retensi air dari biochar memberi keuntungan besar.

  4. Jenis Biomassa Biochar: Biochar dari sekam padi, kulit coklat, atau limbah kelapa sawit memiliki karakteristik berbeda yang juga memengaruhi hasil aplikasi di lapangan.

Kesimpulan

Pemanfaatan biochar sebagai pembenah tanah di Indonesia perlu mempertimbangkan tipe tanah setempat berdasarkan klasifikasi tanah yang ada. Biochar dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, namun efektivitasnya tergantung pada kondisi tanah seperti pH, tekstur, dan tingkat perkembangan profil tanah. Dengan strategi pemberian biochar yang disesuaikan—misalnya dosis, cara aplikasi, dan jenis biochar—tanah-tanah di Indonesia dapat dikelola secara lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.


Daftar Pustaka

  1. Geraldine Abel et al., Pengaruh Biochar Sekam Padi dan Kompos terhadap C-Organik di Ultisol. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan.

  2. Ni Nengah Soniari et al., Pengaruh Jenis Biochar terhadap Aktivitas Mikroorganisme Tanah. Agrotrop.

  3. Sistem Klasifikasi Tanah di Indonesia. Id.scribd.com.

  4. Indonesian Soil Type overview. GlobalForestWatch.

  5. Andosol dan klasifikasi tanah. ISRIC Museum.

  6.  

Tags : Lingkungan
Dibaca : 789 kali
Tulisan Yang Sama
Pemberian Biochar Berdasarkan Karakteristik Tanah

Pendahuluan Karakteristik tanah merupakan sekumpulan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang...

Apakah Biochar Mampu Mencegah Banjir Bandang?

Pendahuluan Banjir bandang adalah fenomena alam yang terjadi akibat hujan intens yang...

Biochar untuk Menjaga Lereng Tanah agar Tidak Longsor saat Musim Hujan Ekstrem

Pendahuluan Perubahan iklim global telah meningkatkan intensitas dan frekuensi hujan ekstrem di...


Komentar (0)

Tinggalkan Komentar