
Biochar adalah bahan organik kaya karbon yang dihasilkan melalui proses pirolisis, yaitu pemanasan bahan biomassa seperti limbah pertanian, serasah tanaman, atau kayu pada suhu tinggi dengan oksigen terbatas. Biochar memiliki sifat fisik, kimia, dan biologis yang unik, sehingga dapat digunakan sebagai pembenah tanah yang efektif. Dalam konteks perkebunan buah, seperti durian, alpukat, dan rambutan, biochar dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesuburan tanah, pertumbuhan pohon, kualitas buah, dan produktivitas jangka panjang.
Salah satu manfaat utama biochar adalah peningkatan kesuburan tanah. Tanah perkebunan buah sering kali mengalami penurunan kesuburan akibat eksploitasi hara oleh tanaman yang besar dan pertumbuhan akar yang dalam. Biochar memiliki kapasitas tukar kation (KTK) yang tinggi, sehingga mampu menahan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium di dekat akar lebih lama. Dengan demikian, nutrien yang diberikan melalui pupuk organik maupun anorganik tidak mudah tercuci, sehingga tanaman dapat menyerapnya secara optimal. Pada pohon durian, alpukat, dan rambutan, ketersediaan hara yang cukup sangat penting untuk pembentukan bunga, buah, dan kualitas rasa. Biochar juga dapat menstabilkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat asam, sehingga meningkatkan kemampuan pohon menyerap nutrien.
Selain manfaat kimia, biochar memiliki manfaat fisik bagi tanah. Struktur tanah yang gembur dan berpori mendukung perkembangan akar pohon secara optimal. Biochar meningkatkan aerasi, kemampuan drainase, dan kapasitas tanah menahan air. Perkebunan buah seperti durian atau alpukat membutuhkan kondisi akar yang sehat karena pohon memiliki sistem akar dalam yang sensitif terhadap genangan air berlebih. Tanah yang terlalu padat atau rapat dapat membatasi penetrasi akar dan menurunkan pertumbuhan pohon. Biochar membantu memperbaiki tekstur tanah sehingga lebih ringan, berpori, dan stabil, sehingga akar dapat menyebar lebih baik, menyerap nutrien, dan menopang pertumbuhan vegetatif dan generatif pohon.
Biochar juga memiliki dampak positif terhadap aktivitas mikroba tanah. Mikroorganisme tanah memainkan peran penting dalam dekomposisi bahan organik, mineralisasi hara, dan pembentukan humus. Permukaan berpori biochar menyediakan habitat bagi bakteri dan jamur tanah yang membantu pelepasan nutrien. Mikroba pengikat nitrogen atau dekomposer sisa organik akan lebih aktif di tanah yang diperkaya biochar, sehingga nutrien tersedia dalam bentuk yang mudah diserap pohon. Aktivitas mikroba ini mendukung pertumbuhan daun, pembungaan, serta kualitas dan ukuran buah yang lebih baik.
Selain manfaat agronomi, biochar juga memiliki peran lingkungan yang penting. Perkebunan buah sering menggunakan pupuk kimia dalam jumlah tinggi untuk meningkatkan hasil panen. Biochar mampu menahan sebagian nutrien sehingga mengurangi pencucian ke air tanah atau sungai, sehingga lebih ramah lingkungan. Biochar juga berpotensi menyerap logam berat atau senyawa toksik yang terdapat dalam tanah, sehingga kualitas buah menjadi lebih aman untuk dikonsumsi.
Biochar juga membantu meningkatkan efisiensi pemupukan dan irigasi. Dengan kemampuannya menahan air, biochar membantu mempertahankan kelembaban tanah lebih lama, sehingga kebutuhan penyiraman dapat dikurangi, terutama pada musim kemarau. Efisiensi pupuk meningkat karena biochar menahan hara di dekat akar sehingga pohon lebih mudah menyerapnya. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas buah durian, alpukat, dan rambutan, termasuk ukuran buah, kadar air, dan rasa.
Namun, efektivitas biochar sangat tergantung pada jenis tanah, jenis biochar, dan dosis aplikasinya. Biochar yang berasal dari limbah pertanian kaya nutrien, seperti sekam padi atau serasah buah, biasanya lebih efektif dibanding biochar kayu murni. Dosis yang berlebihan dapat mengubah pH tanah secara drastis atau mengganggu keseimbangan hara tertentu. Oleh karena itu, penggunaan biochar sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tanah, usia pohon, dan kebutuhan nutrien pohon.
Secara keseluruhan, biochar memberikan manfaat multifungsi bagi perkebunan buah. Biochar meningkatkan kesuburan dan struktur tanah, mendukung aktivitas mikroba, menahan air dan hara, meningkatkan efisiensi pemupukan, serta menjaga kualitas lingkungan. Dengan penerapan yang tepat, biochar dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif pohon, memperbaiki kualitas buah, serta meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. Integrasi biochar dalam manajemen perkebunan durian, alpukat, dan rambutan memberikan peluang besar untuk mencapai produksi yang stabil, buah berkualitas tinggi, dan praktik pertanian yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi strategi penting untuk perkebunan berkelanjutan di masa depan.